Jumat, 10 Oktober 2008

Teknologi Electronic Road Pricing (ERP) di Singapura


Pengalaman saat melakukan liburan lebaran kemarin ke singapura membuat saya takjub, ada sesuatu yang berubah di jalan tol antara harbour front ke bedok north yaitu adanya teknologi ERP yang berada pada jalur tol disana.

Teknologi Electronic Road Pricing (ERP) bertujuan untuk menghindarkan pemakai jalan raya dari kemacetan. Hal ini didukung dengan fasilitas yang mumpuni di sana, yaitu pembayaran baik itu tol, parkir sudah memakai kredit/ debit card sehingga pembayaran memakai sensor..

berikut ini adalah lokasi ERP di singapura:
sumber : http://www.onemotoring.com.sg/publish/onemotoring/en/on_the_roads/ERP_Rates.html

secara operasionalnya, ERP memakai sensor yang berada di Gapura seterusnya memotong dana pelanggan dengan mendeteksi melalui In-Vehicle Unit (IU) yang berada pada kendaraan masyarakat.
Gambarnya sebagai berikut :
gambar di atas merupakan operasional ERP. Inset : In-Vehicle Unit dalam kendaraan.

dilihat dari beberapa sumber memang pengaplikasian ERP memang memiliki beberapa manfaat yaitu Otomatisasi Kerja,Mudah koordinasi dengan pihak satlantas, dll.

namun untuk mengaplikasikannya di Indonesia hal ini memiliki banyak rintangan, antara lain :
  1. Kesadaran untuk disiplin kurang
  2. Biaya infrastuktur yang mahal
  3. standar hidup kita rendah
  4. dll
nah, ini tantangan bagi para pembuat aplikasi, kontraktor, dan semua teman-teman yang berkecimpung untuk membuat setidaknya aplikasi yang bisa sesuai dengan kemajuan zaman yang serba otomatis dengan biaya yang murah.

sumber-sumber:
  1. www.lta.gov.sg/motoring_matters/index_motoring_erp.htm
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_Road_Pricing

4 komentar:

f.saptono mengatakan...

mangstap
aku dari dulu pengen ke singapur belum kesampaian ajah

dieyou mengatakan...

@fajar...

yeyeye gw udah pas diBataM tinggal nyebrang soalnya wkwkwkwkk

@ wir

bukan standar hidup kita rendah

tp Standar GAJI...wkwkwkwk

bay-kun mengatakan...

kalau diterapkan di jakarta-pun hasilnya pasti idem...
macet-macet juga...
wong tol saja yang sudah tergolong mahal masih macet begitu...

wiera mengatakan...

hahahah...

nah itu malesnya, kadang2 enaknya berfikir hidup teratur gak perlu macet2...

jadi gak perlu ada omongan A@!#$G, B@#I, dll

huff,, seandainya